Pribumi.co.id, Makassar – Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, tengah bersiap menghadapi puncak suhu panas yang diprediksi mencapai 37 derajat Celsius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena ini akan berlangsung hingga Oktober, seiring dengan berlanjutnya musim kemarau.
“Pantauan kami menunjukkan suhu harian saat ini berkisar antara 34 hingga 36 derajat Celsius. Namun, kemungkinan besar suhu akan naik hingga 37 derajat,” ungkap Forecaster On Duty BMKG IV Makassar, Sitti Nurhayati Hamzah, Sabtu (21/9).
Nurhayati menjelaskan bahwa meningkatnya suhu ini disebabkan oleh kemarau yang melanda Sulawesi Selatan, di mana curah hujan menurun drastis dan debit air menyusut. Kurangnya tutupan awan juga menjadi penyebab utama wilayah daratan menerima lebih banyak panas matahari.
“Minimnya hujan dan tutupan awan membuat suhu semakin terasa terik. Cadangan air tanah pun terus berkurang, memperburuk situasi,” katanya.
BMKG juga mencatat bahwa pada 23 September nanti, posisi matahari akan berada tepat di ekuator sebelum bergerak ke selatan. Hal ini akan semakin memperkuat kondisi cuaca panas di Makassar dan sekitarnya.
“Saat musim kemarau berlangsung bersamaan dengan posisi matahari di ekuator, daerah dekat garis khatulistiwa seperti Sulawesi Selatan akan menerima lebih banyak radiasi panas, yang berakibat pada peningkatan suhu udara,” tambah Nurhayati.
Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. (*)








