Harga Tiket Wisata Bantimurung untuk WNA Mahal, Ini Kata Kadisbudpar Maros

  • Bagikan
Turis asing batal masuk ke Taman Wisata Alam Bantimurung Maros gegara tiket mahal. (Dok. Istimewa)

Pribumi.co.id, Maros – Menyikapi video viral yang beredar di media sosial terkait harga tiket masuk Taman Wisata Alam Bantimurung, Kabupaten Maros, untuk wisatawan mancanegara yang dinilai mahal. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Ferdiansyah memberi klarifikasi.

Ferdiansyah mengaku belum mendapat informasi perihal peristiwa video viral tersebut. Kendati demikian, Ferdiansyah menanggapi jika tarif tiket masuk ke destinasi Taman Wisata Alam Bantimurung sudah sejak lama diberlakukan.

“Belum saya tahu soal itu,” kata Ferdiansyah kepada wartwan, Minggu (26/5/2024) kemarin.

Meski begitu, Ferdiansyah menyebut penetapan tarif masuk Taman Wisata Alam Bantimurung menjadi ketetapan pemerintah pusat.

“Kebijakannya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Kehutanan,” terang Ferdiansyah.

“Kita berbagi dengan taman nasional dari kehutanan. Itu kebijakan pusat, berapa kali kita protes agar ada perlakuan khusus untuk bule, cuma tidak bisa,” tambah dia.

Ferdiansyah melanjutkan, destinasi wisata itu masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

“Biaya tiket Taman Wisata Alam Bantimurung sebagian di antaranya ada yang masuk sebagai kas negara dan sebagiannya lagi menjadi pendapatan asli daerah (PAD) untuk Disbudpar Maros selaku pengelola,” tutur dia.

“Rp 230 ribu kalau PNBP, (sisanya) Rp 24 ribu ke daerah, Rp 1.000 untuk asuransi. Itu PNBP kebijakan pusat disetor ke negara, bukan retribusi,” terang Ferdiansyah.

Kendati demikian, kata Ferdiansyah, pihaknya akan mengevaluasi akibat kejadian ini dan berkomitmen akan memberikan pelayanan yang maksimal.

“Ini sudah lama berlaku. (Tetapi) Ada kejadian ini jadi masukan ke kami dari pemerintah daerah bersama taman nasional untuk mengelola destinasi dengan baik lagi khususnya untuk turis mancanegara,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Taman Wisata Alam Bantimurung menuai sorotan terkait harga tiket masuk untuk wisatawan mancanegara.

Kondisi tersebut membuat warga negara asing (WNA) batal masuk ke destinasi wisata itu karena tarifnya mencapai Rp 255 ribu per orang, Sabtu (25/5/2024).

Turis asing itu enggan masuk ke lokasi destinasi wisata setelah mengetahui tarif tiket masuk selisihnya berbeda jauh dengan wisatawan domestik, yaitu senilai Rp 30.000 per orang.

Dalam video beredar tersebut, turis yang disebut datang dari Selandia Baru mulanya terlihat berjalan menuju loket masuk Taman Wisata Alam Bantimurung. Pria tersebut mengenakan pakaian singlet, celana pendek dan bertopi.

“Turisnya mau lihat air terjun (di Taman Wisata Alam Bantimurung),” kata pria perekam video.

Aktivitas turis asing itu direkam oleh pemandu wisatanya. Saat tiba di loket masuk, wisatawan mancanegara itu terlihat menggelengkan kepala mengetahui harga tiket masuk untuk wisatawan mancanegara.

Turis asing itu pun sempat tersenyum dan berbalik pergi. Pria yang merekam video itu mengaku turis tersebut pergi karena harga tiketnya terlalu mahal.

“Mahal katanya, tidak jadi masuk,” kata seorang pria sebagaimana terdengar dalam video beredar. (**)

  • Bagikan