Dari Pesisir Pangkep, Akram dan Harapan Lahirnya Politik Generasi Baru

  • Bagikan

Pribumi.co.id Pangkep — Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap lahirnya kepemimpinan yang berintegritas, regenerasi politik menjadi salah satu tantangan sekaligus kebutuhan. Dalam konteks itu, kader-kader muda mulai mengambil peran untuk membangun ruang politik yang lebih terbuka, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat.

Salah satu di antaranya adalah Akram, kader muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Bagi Akram, politik bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga ruang pengabdian. Ia memandang kehadiran generasi muda dalam politik sebagai bagian dari tanggung jawab untuk ikut memberi gagasan, membangun dialog, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Kepercayaan masyarakat tidak bisa diminta. Kepercayaan harus dibangun melalui kerja, konsistensi, dan integritas,” Ujar Akram pada sabtu (18/7/2026).

Prinsip tersebut menjadi landasan dalam setiap aktivitas yang dijalaninya. Ia memilih membawa semboyan “Diam Berkarya, Hasil Berbicara”, sebuah pesan yang menekankan pentingnya tindakan nyata dibanding retorika.

Menurut Akram, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengikuti perkembangan politik, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses demokrasi dengan mengedepankan etika, pengetahuan, dan kepentingan masyarakat.

Ia meyakini bahwa perubahan tidak selalu lahir dari langkah-langkah besar. Perubahan sering kali dimulai dari komitmen sederhana untuk bekerja dengan jujur, mendengar aspirasi masyarakat, serta menjaga konsistensi terhadap nilai-nilai yang diyakini.

Sebagai kader PSI di Pangkep, Akram menyatakan komitmennya untuk terus belajar, memperkuat kapasitas diri, dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Baginya, politik yang sehat adalah politik yang membuka ruang dialog, menerima kritik, dan menghadirkan solusi atas persoalan publik.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, Akram melihat regenerasi bukan sekadar pergantian usia, melainkan pergantian cara berpikir. Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan dengan membawa integritas, kapasitas, dan semangat melayani.

Bagi Akram, jabatan bukanlah ukuran keberhasilan. Keberhasilan adalah ketika kehadiran seorang kader mampu memberi manfaat, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan kontribusi yang dirasakan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Akram memilih menempuh jalannya sendiri: bekerja dengan tenang, belajar tanpa henti, dan membiarkan hasil menjadi ukuran dari setiap ikhtiar yang dilakukan.

  • Bagikan