Milad ke-15 GRIB Jaya: Antara Konsolidasi Kekuatan dan Ujian Relevansi

  • Bagikan

Pribumi. co.id Pangkep — Memasuki usia ke-15, GRIB Jaya kembali menegaskan identitasnya sebagai organisasi yang mengusung keberanian dan solidaritas. Namun, di tengah perubahan lanskap sosial yang kian dinamis, peringatan milad tahun ini tak sekadar menjadi seremoni, melainkan juga menguji sejauh mana organisasi ini tetap relevan di tengah masyarakat.

Ketua Umum Hercules Rozario Marshall menekankan prinsip yang selama ini menjadi pegangan organisasi. “Berani karena kita benar. Kalau ikut jangan takut, kalau takut jangan ikut,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang beredar. Slogan tersebut kembali digaungkan sebagai penegasan arah gerak organisasi yang selama ini dikenal dengan pendekatan solidaritas berbasis massa.

Di tingkat daerah, gema milad juga terasa di Kabupaten Pangkep. Ketua GRIB Jaya Pangkep, Muhammad Rusli AB, menyebut momentum ini sebagai fase konsolidasi internal yang krusial.

“Milad ke-15 ini bukan hanya perayaan, tetapi titik evaluasi. Kami di daerah dituntut tidak sekadar solid, tetapi juga mampu menunjukkan kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Rusli.

Pernyataan itu mengindikasikan adanya dorongan dari internal agar organisasi tidak berhenti pada simbol dan loyalitas semata. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi kemasyarakatan di berbagai daerah menghadapi tuntutan publik yang lebih tinggi: transparansi, kontribusi konkret, serta kemampuan beradaptasi dengan isu-isu sosial yang berkembang.

Meski dikenal memiliki basis massa yang solid, tantangan terbesar GRIB Jaya ke depan bukan hanya soal ekspansi jaringan. Lebih dari itu, bagaimana organisasi ini membuktikan perannya dalam ruang publik yang semakin kritis terhadap keberadaan organisasi berbasis massa.

Rusli mengakui hal tersebut. Ia menegaskan bahwa struktur di daerah harus bergerak lebih responsif dan terukur.

“Kami ingin memastikan kehadiran GRIB Jaya bukan hanya terlihat, tetapi benar-benar memberi manfaat. Itu yang sedang kami dorong di Pangkep,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2011, GRIB Jaya berkembang dalam pola organisasi yang menitikberatkan pada loyalitas dan kedekatan antaranggota. Namun, di usia yang kian matang, pendekatan tersebut menghadapi kebutuhan baru: profesionalisme, akuntabilitas, dan legitimasi publik.

Milad ke-15 ini, dengan demikian, menjadi lebih dari sekadar penanda usia. Ia menjadi titik uji apakah GRIB Jaya mampu bertransformasi dari sekadar kekuatan solidaritas menjadi entitas sosial yang diakui karena kontribusinya.

Di tengah euforia perayaan, pertanyaan itu kini mengemuka: sejauh mana keberanian yang digaungkan mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur dan dirasakan publik luas.

  • Bagikan