Pribumi.co.id Pangkep — Ribuan warga memadati lokasi pelaksanaan Senam Sehat “Pangkep Hebat” pada Minggu pagi (13 / 4/2026), Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ke-66 itu berlangsung sejak pukul 07.00 WITA, menghadirkan perpaduan antara perayaan seremonial dan ruang interaksi sosial yang terbuka.
Di tengah kerumunan peserta, Kapolres Pangkep AKBP Muh Husni Ramli tampak hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pangkep, Ny. Wati Husni. Keduanya tidak sekadar menyaksikan, tetapi ikut larut dalam barisan peserta, mengikuti gerakan senam bersama warga lintas usia dan latar belakang.
Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah kegiatan publik semacam ini menyiratkan upaya membangun kedekatan sosial antara aparat dan masyarakat. Tanpa pengawalan berjarak, Kapolres berbaur dalam suasana yang cair, seolah menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak selalu identik dengan sekat formal.
“Ini bagian dari sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Selain menjaga kebugaran, juga menjadi momentum mempererat silaturahmi,” kata Husni di sela kegiatan.
Irama musik senam yang menghentak memandu gerakan serempak peserta. Dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga warga umum, kegiatan ini memperlihatkan partisipasi luas yang jarang terfragmentasi oleh batas institusional.
Memasuki usia ke-66, Pemerintah Kabupaten Pangkep mendorong peringatan hari jadi tidak berhenti pada seremoni tahunan. Sejumlah agenda yang melibatkan masyarakat digelar sebagai bagian dari upaya membangun kohesi sosial sekaligus mengampanyekan pola hidup sehat.
Husni menilai kesehatan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Dalam konteks itu, kegiatan seperti senam massal dinilai bukan sekadar simbolik, melainkan medium membangun kesadaran kolektif.
Di sisi lain, pengamanan tetap menjadi perhatian. Jajaran Polres Pangkep disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kegiatan berlangsung tertib. Tidak tampak gangguan berarti sepanjang acara.
Pangkep yang dikenal dengan julukan “Bumi Tiga Dimensi” menandai hari jadinya tahun ini dengan rangkaian kegiatan yang menekankan partisipasi publik. Di balik riuh musik dan gerak serempak, terselip pesan yang lebih substansial: kebersamaan sebagai modal sosial, sekaligus prasyarat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.




