Langit Mendadak Gelap, Angin Mengamuk di Bulu Cindea: Tiga Rumah Luluh, Warga Bertahan di Tengah Puing

  • Bagikan

Pribumi.co.id Pangkep — Siang itu, langit di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, tak sekadar mendung. Ia seperti membawa amarah. Jumat (27/2/2026), angin berputar kencang menyapu kampung, merobek atap, meretakkan dinding, dan meninggalkan warga dalam kepanikan yang tak terucap.

Di Bujung Tangaya, rumah Tanang bin Mallu menjadi yang pertama diterjang sekitar pukul 12.40 WITA. Suara gemuruh datang tiba-tiba. Dalam hitungan menit, atap rumahnya terangkat, dindingnya retak parah. Kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta—angka yang mungkin kecil di atas kertas, namun besar bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

Belum usai warga menenangkan diri, sekitar pukul 13.30 WITA, pusaran angin kembali turun di Jalan Poros Pelabuhan, Biringkassi. Rumah Amirullah menjadi sasaran berikutnya. Bagian atap porak-poranda, struktur dinding rusak berat. Kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta. Beberapa warga menyebut, angin datang begitu cepat, seperti tak memberi waktu untuk bersiap.

Ironisnya, sebelum dua kejadian itu, pada pukul 11.30 WITA, rumah Abd. Rasyid di Kampung Biringkassi telah lebih dulu dihantam. Atap dan dinding rumahnya tak mampu menahan terjangan angin. Kerusakan ditaksir sekitar Rp10 juta. Dalam rentang waktu kurang dari dua jam, tiga rumah di desa yang sama harus menerima nasib serupa.

Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali HB, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan angin puting beliung memang melanda wilayahnya pada siang hari dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

“Benar, ada beberapa rumah yang terdampak dan mengalami kerusakan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kini, yang tersisa adalah puing dan kekhawatiran. Pemerintah desa mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan semakin sulit diprediksi. Warga juga diminta segera melaporkan setiap kerusakan atau kondisi darurat agar penanganan bisa cepat dilakukan.

Bagi warga Bulu Cindea, peristiwa ini bukan sekadar kabar tentang angin kencang. Ia adalah pengingat bahwa di tengah cuaca yang kian tak menentu, rumah tempat paling aman bagi keluarga pun bisa sekejap menjadi rapuh.

  • Bagikan