Pangkep Pribumi. co. id — Angin kencang yang menyertai hujan deras menerjang wilayah Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Minggu siang, 1 februari 2026. Terjangan angin itu merusak sejumlah rumah warga di Kampung Turungan Bonto Jai dan Bonto Panno, Kelurahan Sibatua.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.45 Wita. Beberapa atap rumah warga dilaporkan terlepas dan rusak setelah diterpa hembusan angin yang datang tiba-tiba. Meski berlangsung singkat, cuaca ekstrem tersebut cukup membuat warga panik dan menghentikan aktivitas siang hari.
Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Mantasiah (58), warga Kampung Turungan Bonto Jai. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengalami kerugian material akibat kerusakan atap rumahnya. Berdasarkan pendataan awal, nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp2,5 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Pangkajene melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sibatua, Aiptu Amirullah, S.H., segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat melakukan pengecekan langsung di lapangan sekaligus memastikan kondisi warga pascabencana.
“Tidak ada korban jiwa. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah,” ujar Aiptu Amirullah, S.H., kepada media senin, (2/2) 2026).
Pemerintah Kelurahan Sibatua bersama Polsek Pangkajene dan Koramil Minasatene telah melakukan pendataan awal terhadap warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar untuk langkah penanganan lanjutan dan pengajuan bantuan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah pesisir dan daratan Pangkep. Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, guna meminimalkan




