Pensiunan PT Citatah Gelar Aksi Damai, Tuntut Pelunasan Sisa Pesangon

  • Bagikan

Pribumi.co.id, Pangkep —Puluhan pensiunan karyawan PT Citatah Tbk menggelar aksi damai di gerbang jalan masuk tambang marmer milik perusahaan tersebut di Kampung Libureng, Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Senin (20/10/2025).

Dalam aksi itu, para pensiunan menutup akses jalan menuju area tambang sehingga aktivitas kerja karyawan aktif sempat terhenti. Mereka menuntut pihak manajemen PT Citatah Tbk segera melunasi sisa pembayaran pesangon yang disebut masih tertunggak satu bulan.
Koordinator aksi, Muh. Ridwan, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pihak manajemen yang dinilai tidak menepati janji.

“Kami sudah terlalu sering dijanjikan. Setiap pertengahan bulan katanya pesangon akan dilunasi, tapi sampai sekarang belum juga dibayar. Kami hanya menuntut hak kami yang belum dipenuhi,” ujar Ridwan di sela aksi.

Menurut para peserta aksi, pihak perusahaan sebelumnya telah menyepakati pembayaran pesangon dilakukan secara bertahap selama 10 bulan. Namun hingga kini, masih tersisa satu bulan pembayaran yang belum diterima para pensiunan.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Citatah Tbk, Ibu Ida, saat menemui massa aksi menyampaikan bahwa sisa pembayaran tersebut saat ini masih dalam proses administrasi dan akan segera diselesaikan. Ia juga meminta agar karyawan aktif tidak masuk kerja sementara waktu sampai situasi kembali normal.

Selama aksi berlangsung, situasi tetap aman dan tertib. Bhabinkamtibmas Desa Bulu Tellue, Bripka Abd. Kadir, S.Psi., M.M., yang melakukan pengamanan di lokasi, mengimbau agar seluruh peserta aksi menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

“Kami mengapresiasi para peserta aksi yang tetap tertib. Semua pihak kami harap menahan diri dan menunggu keputusan resmi dari manajemen agar situasi tetap kondusif,” tutur Bripka Abd. Kadir.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib sambil menunggu realisasi pembayaran pesangon yang dijanjikan.

Aksi damai tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan agar menepati komitmen terhadap mantan karyawannya, sekaligus menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara santun tanpa mengorbankan ketertiban masyarakat.

  • Bagikan