Pribumi.co.id, Makassar – Komandan Detasemen Intelijen Kodam (Dandeninteldam) XIV/Hasanuddin, Alfredo Siahaan, turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Kota Makassar tetap kondusif, menyusul aksi unjuk rasa yang digelar Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Rabu (3/9/2025) kemarin.
Aksi berlangsung di titik strategis pertigaan Jalan AP Pettarani dan Jalan Hertasning. Kehadiran Dandenintel di lokasi merupakan tindak lanjut dari arahan Pangdam XIV/Hasanuddin, Windiyatno, yang meminta seluruh komandan satuan jajaran Kodam untuk aktif memantau dan mengamankan wilayah masing-masing.
“Pengamanan ini bukan hanya soal prosedur, tapi bentuk tanggung jawab moral kami untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat,” ujar Alfredo di sela-sela peninjauan.
Selain jajaran TNI, tampak hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Kota Makassar, Kapolresta Makassar, serta unsur pengamanan gabungan TNI-Polri. Kehadiran para pejabat dan aparat tersebut turut memastikan jalannya aksi berlangsung aman, tertib, dan terkendali.
Usai pengamanan, para prajurit Kodam XIV/Hasanuddin bersama masyarakat melaksanakan doa bersama dan shalat ghaib di halaman Kantor DPRD Kota Makassar. Kegiatan ini ditujukan sebagai penghormatan kepada para korban dalam aksi unjuk rasa yang terjadi pada 29 Agustus lalu. Peletakan bunga mawar secara simbolis dilakukan sebagai bentuk belasungkawa dan solidaritas.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud empati kami terhadap mereka yang menjadi korban. Kami berdoa agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan,” kata Alfredo.
Dalam kesempatan tersebut, Alfredo juga berdiskusi singkat dengan Sri Handayani, staf perlengkapan DPRD Kota Makassar yang turut hadir dalam kegiatan doa bersama. Sri menyampaikan apresiasi atas kerja keras aparat keamanan, khususnya dari Kodam XIV/Hasanuddin, yang terus berjaga sejak malam kejadian hingga pasca aksi.
“Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran aparat membuat kami merasa aman dan lebih kuat untuk kembali bekerja,” ujar Sri.
Alfredo menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas kota. Ia juga memberikan dukungan moril kepada para staf DPRD agar tetap semangat menjalankan tugas pasca peristiwa yang memilukan.
“Kami akan terus hadir, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ingin melihat Makassar tetap damai dan bersatu,” tutupnya.







