Protes Justin Hubner: Indonesia Harusnya Nomor Satu dalam Daftar Negara Paling Fanatik Sepak Bola

  • Bagikan
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner. (Foto: Istimewa)

Pribumi.co.id – Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menyampaikan reaksi keras setelah melihat hasil survei yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 dalam daftar negara paling fanatik sepak bola di dunia.

Survei yang dirilis oleh Ticketgum dan diunggah di akun Instagram Seasiagoal pada Minggu (22/9/2024) itu memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Bagi Hubner, posisi tersebut jauh dari pantas. Ia menganggap Indonesia sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola paling fanatik di dunia dan seharusnya berada di peringkat pertama.

Reaksi ini menunjukkan betapa besar kecintaan sang pemain terhadap fanatisme suporter Indonesia.

“Indonesia adalah negara paling gila sepak bola, harusnya kita berada di peringkat pertama!” tegas Hubner dalam komentarnya.

Meski demikian, unggahan di akun Seasiagoal menjelaskan alasan di balik peringkat yang dirilis Ticketgum.

Penilaian berdasarkan berbagai data yang dikumpulkan, mulai dari jumlah penggemar, partisipasi masyarakat, hingga aktivitas media sosial terkait sepak bola.

Data-data tersebut kemudian diolah menjadi skor akhir yang menentukan peringkat masing-masing negara.

Dalam survei tersebut, Indonesia berada di posisi ke-15 secara global dan menempati peringkat ke-4 di Asia, menunjukkan pengakuan atas besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, meski belum mencapai posisi teratas.

“Indonesia masuk dalam daftar negara paling gila sepak bola di dunia: peringkat ke-15 di dunia dan ke-4 di Asia!” tulis Seasiagoal dalam unggahannya.

Meskipun Indonesia tidak masuk 10 besar, fanatisme sepak bola Tanah Air tetap diakui secara global, dan peringkat ini menjadi refleksi dari bagaimana dunia memandang semangat sepak bola Indonesia.

Reaksi Hubner mencerminkan rasa bangga dan harapan agar Indonesia mendapatkan pengakuan yang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia.

  • Bagikan