Pribumi.co.id, Makassar – Tiga kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan, terendam banjir setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam (20/12). Akibatnya, 784 warga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Banjir menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa titik.
Di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, warga lanjut usia (lansia) seperti Syamsiah (75) terpaksa mengungsi setelah rumahnya terendam. “Rumah saya cukup tinggi, tapi jalannya yang rendah, makanya saya tidak bisa keluar. Suami saya yang tinggal, saya dan cucu pergi mengungsi,” ujar Syamsiah dengan penuh kesabaran.
Data terbaru dari BPBD Makassar menyebutkan bahwa banjir paling parah terjadi di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang di Kecamatan Biringkanaya, serta Kelurahan Tamamaung di Kecamatan Panakkukang. Sebanyak 221 kepala keluarga terdampak, dan sebagian besar warga kini berada di titik pengungsian.
“Hujan yang sangat ekstrem semalam menyebabkan banjir di sejumlah titik. Kami terus berupaya memberikan bantuan dan mendirikan pengungsian untuk warga yang terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.
Pemerintah setempat telah menyiapkan 14 titik pengungsian di kecamatan yang terimbas banjir. “Di Kecamatan Manggala saja, kami telah mendirikan sembilan titik pengungsian. Warga sudah mulai mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman,” tambah Achmad.
Ketinggian air yang merendam rumah warga di tiga kecamatan tersebut bervariasi, dengan rata-rata ketinggian mencapai 50 hingga 100 sentimeter. Di beberapa lokasi, air bahkan mencapai 130 sentimeter, membuat akses jalan terganggu dan memaksa warga mengungsi.
Pihak BPBD Makassar dan tim SAR gabungan masih terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan warga serta memberikan bantuan yang dibutuhkan.








