Pribumi.co.id, JAKARTA – Harapan Presiden Jokowi yang semula berencana untuk memindahkan kantor ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada Juli 2024 ini, rupanya harus diundur.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berada di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (8/7/2024) kemarin.
Jokowi mengungkapkan kekecewaannya karena hingga saat ini infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik belum tersedia sepenuhnya di IKN.
“Dulu saya tanya, airnya sudah siap belum? Listriknya sudah siap belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau sudah siap, ya pindah,” ungkap Jokowi dengan nada kecewa.
Presiden yang sebelumnya optimis dengan kemajuan pembangunan IKN harus mengakui bahwa banyak hal yang belum memenuhi persyaratan.
“Sudah (mendapat laporan), tapi belum (siap infrastruktur air, listrik, dan tempatnya),” tambahnya.
Sebelumnya, Jokowi juga telah mengumumkan bahwa Bendungan Sepaku Semoi telah diresmikan dan beroperasi sebagai penyedia air untuk IKN.
Namun, penyelesaian sambungan pompa yang mengalirkan air bersih ke bangunan masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.
Sementara Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dijadwalkan akan mengunjungi IKN pada 18 Juli mendatang untuk mengecek langsung kesiapan infrastruktur dasar di sana, khususnya masalah air bersih yang menjadi fokus utama.
Kendala yang dihadapi termasuk curah hujan yang tinggi, yang mengakibatkan perlambatan dalam distribusi air bersih sesuai target awal yang direncanakan.
“Ditengah curah hujan yang intensif, proses distribusi air bersih sedikit mengalami keterlambatan dari target awal commissioning Juni 2024,” ujar Basuki saat memantau perkembangan situasi secara rutin.
Jokowi berharap bahwa dengan pemantauan dan upaya keras dari pemerintah, masalah infrastruktur dasar di IKN dapat segera diselesaikan sehingga rencana pemindahan kantor ke sana dapat terealisasi sesuai jadwal yang direncanakan.




