PRIBUMI.co.id, Khazanah – Dikutip dari kitab Ash-Sharimul Maslul Ala Syatimir Rasul yang ditulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dikabarkan seorang laki-laki yang menghina Nabi Muhammad SAW, mayatnya ditolak bumi saat dimakamkan.
Kisah itu diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya dari Anas RA. Dalam riwayat tersebut diceritakan, ada seorang laki-laki memilih jadi mualaf dan memeluk agama Islam.
Saat menganut agama Islam, ia membaca surah al-Baqarah dan Ali Imran. Bahkan, orang tersebut mendapat posisi yang cukup penting, yaitu menulis untuk Nabi alias Sekretaris Rasulullah, lantaran masa itu belum banyak sahabat yang mampu membaca dan menulis
Namun, di perjalanan spiritualnya, laki-laki tersebut murtad dan kembali ke keyakinan sebelumnya. Ia bahkan berani menghina dan merendahkan kemampuan Rasulullah Muhammad SAW.
“Muhammad itu tidak tahu kecuali apa yang dituliskan (aku tulis) untuknya saja,” ujar orang itu merendahkan kemampuan makhluk paling mulia yang pernah diciptakan Allah SWT.
Orang itu meremehkan Nabi Muhammad. Ia menyangka bahwa Rasulullah tidak akan mengetahui Alquran jika ia tak lagi menuliskan wahyu untuknya. Padahal, Allah menanamkan Alquran dalam hati Nabi Muhammad SAW.
Tak berselang lama, Allah pun akhirnya mencabut nyawa orang itu, hingga sampai waktunya ia dikuburkan oleh para sahabatnya.
Keesokan harinya, para sahabatnya itu berjalan melewati makam si murtad, betapa terkejutnya saat melihat jazad si penghina Nabi itu ditemukan tergeletak di atas bumi, mereka pun menuduh Nabi yang melakukan hal tersebut.
“Ini pasti perbuatan Muhammad dan para sahabatnya, mereka menggali kuburan kawan kita ini lalu membuangnya begitu saja,” tuduh mereka.
Kali ini, kawan si penghina Nabi kembali menggali kuburan sedalam mungkin. Namun, hal itu sia-sia lantaran esok harinya mereka kembali menemukan mayat tersebut tergeletak di atas kuburan.
Akhirnya, mereka menyadari bahwa ini bukan perbuatan manusia, sehingga para sahabat si penghina Nabi itu memutuskan untuk membuang mayat kawannya tersebut.
Dalam kitab ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkomentar, kejadian tersebut di luar kebiasaan. Dimana Allah akan membinasakan manusia yang berdusta tentang Nabi.
“Lihatlah orang terlaknat ini, ketika dia berdusta tentang Nabi dengan ucapannya bahwa beliau tidak mengerti kecuali apa yang dituliskan untuknya,”
“Maka Allah membinasakannya dan membongkar kedoknya dengan memuntahkan mayatnya dari kuburannya setelah beberapa kali dikubur. Sungguh ini di luar kebiasaan!,”
“Hal ini menunjukkan bagi setiap orang bahwa ini adalah hukuman dari kedustaannya, sebab kebanyakan mayat tidak tertimpa kejadian seperti ini,”
“Dan dosa ini lebih keji daripada kemurtadan, sebab kebanyakan orang yang murtad juga tidak tertimpa hal serupa,” demikian komentar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Ash-Sharimul Maslul Ala Syatimir Rasul.
Semoga kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita selaku umat Islam untuk senantiasa menghormati dan mencintai Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a’lam bish-shawabi




