PRIBUMI.co.id, Khazanah – Pernahkah kalian alami saat hendak beraktivitas di pagi hari, namun tiba-tiba hujan turun deras, sementara di rumah tak tersedia jas hujan? Kalian pasti merasa sedih karena kehilangan kesempatan dan peluang untuk mendapatkan rezeki di pagi itu.
Mungkin kalian akan murka, bahkan mencela hujan. Tapi tahukah kalian, bahwa Tuhan yang menurunkan hujan sama sekali tidak akan mengurangi jatah rezeki hamba-Nya, karena Allah SWT telah menetapkan rezeki setiap makhluk-Nya.
Oleh karena itu, yakinilah hujan hakikatnya adalah keberkahan yang Tuhan turunkan, sebagaimana Allah terangkan dalam QS Qaaf 50 : 9.
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.”
Begitupun pada surah Al Anbiya’ 21 : 30. Disebutkan, di antara keberkahan dan manfaat hujan diturunkan untuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan, lantaran hal itu sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan hidup.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al Anbiya’ 21 : 30).
Al Baghowi menafsirkan ayat ini, “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit yaitu menghidupkan hewan, tanaman dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu.”
Memahami hal itu, hujan adalah sebuah kesempatan yang istimewa bagi manusia, khususnya ummat Islam ketika mampu memanfaatkan waktu itu dengan benar, yakni memperbanyak berdoa kepada Allah SWT.
Tak banyak yang tahu, bahwa saat hujan mengguyur bumi, apatah lagi saat seseorang dalam kehujanan adalah waktu yang mustajab berdoa atau memohon sesuatu kepada Allah SWT, sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni.
Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata kepada Sahl bin Sa’ad, “Dua (waktu) doa yang tidak akan ditolak, yaitu Doa ketika azan dan doa ketika turunnya hujan.”
Makanya, apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang Muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca doa:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.”
Doa tersebut sebagaimana diucapkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam saat melihat turunnya hujan, sebagaimana hadis yang disampaikan oleh Aisyah Radhiyallahu anha:
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, Beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’aa (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat).”
Selain itu, sebuah hadist juga diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA, “Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan salat, kemudian berucap, “Allahumma inni a’udzu bika min syarriha”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan awan ini.”
Ketika turun hujan, Rasulullah Muhammad SAW kemudian berucap, “Allahumma shayyiban nafi’an,”
Artinya: “Ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan.”
Maka dari itu, mari perbanyak berdoa kepada Allah SWT saat hujan tiba, karena ini adalah waktu yang mustajab untuk menggantungkan segala harapan manusia kepada Tuhan pemilik alam semesta ini. (A Dg Marala)




