Cegah Pernikahan Dini, KKN Unhas Edukasi Pelajar MTs DDI Tekolabbua soal Masa Depan

  • Bagikan

Pribumi.co.id Pangkep — Masa remaja bukan sekadar fase menuju kedewasaan. Di usia ini, pelajar perlu memiliki ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Psikoedukasi Pencegahan Pernikahan Dini yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di MTs DDI Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Jumat,(24/7/2026).

Kegiatan yang merupakan program kerja individu mahasiswa KKN Unhas di Kelurahan Tekolabbua itu diikuti siswa dan siswi MTs DDI Tekolabbua. Edukasi tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini sekaligus pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian pernikahan dini, batas usia perkawinan berdasarkan ketentuan hukum di Indonesia, faktor yang dapat mendorong terjadinya pernikahan pada usia muda, serta berbagai dampaknya terhadap pendidikan, kesehatan, psikologis, kehidupan sosial dan kondisi ekonomi.

Peserta juga diajak memahami bahwa pernikahan merupakan keputusan besar yang membutuhkan kesiapan, bukan sekadar persoalan usia atau keinginan untuk membangun rumah tangga. Kesiapan fisik, mental, emosional dan ekonomi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dhiya Thalha Datau, menekankan pentingnya membangun cara pandang yang lebih matang di kalangan remaja.

“Pernikahan bukanlah sebuah perlombaan yang harus dilakukan secepat mungkin. Remaja perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, emosional, dan ekonomi agar mampu membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera,” ujar Dhiya.

Menurutnya, masa remaja seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan, menggali kemampuan, mengejar cita-cita serta membangun kematangan diri. Dengan bekal tersebut, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan penting secara lebih rasional dan bertanggung jawab.

Pihak MTs DDI Tekolabbua menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini dinilai relevan bagi siswa karena memberikan tambahan wawasan mengenai risiko serta konsekuensi dari keputusan menikah pada usia yang belum matang.

Dari sisi peserta, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk memahami persoalan pernikahan dini secara lebih terbuka. Para peserta tidak hanya menerima informasi mengenai risikonya, tetapi juga diajak melihat pentingnya pendidikan dan pengembangan diri sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan dewasa.

Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dengan mahasiswa KKN Unhas berperan sebagai moderator sekaligus pemateri. Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta agar lebih mudah dipahami.

Dhiya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para pelajar.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi adik-adik untuk lebih memahami dampak pernikahan dini serta termotivasi dalam meraih cita-cita. Dengan pengetahuan yang diperoleh hari ini, diharapkan mereka mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Bagi mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kelurahan Tekolabbua.

Pencegahan pernikahan dini tidak cukup hanya melalui larangan. Remaja membutuhkan pengetahuan, pendampingan dan lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh, belajar dan menyusun masa depan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap para pelajar MTs DDI Tekolabbua semakin memahami risiko pernikahan dini dan mampu memanfaatkan masa remaja untuk memperkuat pendidikan, mengembangkan potensi serta mengejar cita-cita sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.

  • Bagikan