Ratusan Kecelakaan Terjadi di Jalur Trans Sulawesi Maros, Puluhan Nyawa Melayang

  • Bagikan

Pribumi.co.id MAROS — Jalur Trans Sulawesi yang melintasi Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah angka kecelakaan lalu lintas dalam lima bulan terakhir tercatat cukup tinggi. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, aparat kepolisian mencatat sedikitnya 329 kasus kecelakaan terjadi di sejumlah titik ruas jalan nasional tersebut.

Data Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Maros menunjukkan, dari ratusan insiden itu sebanyak 27 orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, ratusan pengguna jalan lainnya turut mengalami cedera akibat kecelakaan yang didominasi faktor kelalaian pengendara.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Maros, Mevifah De Nanda Aurelia, mengungkapkan bahwa sebagian besar kecelakaan dipicu human error atau kesalahan pengemudi saat berkendara.

“Korban luka ringan tercatat mencapai 417 orang, sementara tiga orang mengalami luka berat,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah faktor seperti kelelahan, hilangnya konsentrasi, hingga kecepatan kendaraan yang berlebihan masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di wilayah Maros. Polisi juga menemukan banyak kasus kecelakaan tunggal yang terjadi akibat pengendara kehilangan kendali saat berkendara.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap dialami pengendara lintas daerah yang tetap memaksakan perjalanan meski dalam kondisi mengantuk. Banyak pengemudi merasa perjalanan sudah dekat menuju Kota Makassar sehingga memilih terus melaju tanpa beristirahat.

“Pengendara dari luar daerah sering menganggap tujuan sudah dekat, sehingga tetap memaksakan diri berkendara walaupun kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk,” katanya.

Satlantas Polres Maros mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama saat melintas di jalur Trans Sulawesi yang dikenal padat kendaraan dan memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.

Polisi juga meminta pengendara memanfaatkan area istirahat apabila mulai kehilangan fokus di perjalanan, guna menekan potensi kecelakaan fatal di jalan raya.

  • Bagikan