Pribumi.co.id, Pangkep – Pemerintah Desa Mattiro Bulu menggelar acara syukuran masuk kantor desa yang dirangkaikan dengan sosialisasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) di Pulau Karanrang, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan layanan publik sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat kepulauan. Sosialisasi ILP dan TBC dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman warga terhadap layanan kesehatan dasar serta deteksi dini penyakit menular.
Kepala Desa (Kades) Mattiro Bulu, Mutmainna, mengatakan pemerintah desa menargetkan terwujudnya desa mandiri berbasis data digital mulai 2026. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi kunci dalam penyaluran bantuan sosial dan layanan kesehatan yang tepat sasaran.
“Insyaallah 2026 desa mandiri berbasis data digital, yang mana setiap RT, RK, dan kepala dusun mempunyai data warga miskin, warga rentan penyakit, serta warga yang belum dan sudah mendapatkan bantuan,” kata Mutmainna.
Ia menjelaskan, sistem data digital tersebut akan memudahkan pemerintah desa dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya saat dibutuhkan data penerima bantuan sosial.
“Jadi ketika ada permintaan data untuk penerima bansos bisa langsung terkoneksi dengan data yang ada di mereka,” ujarnya.
Terkait sosialisasi kesehatan, Mutmainna berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit TBC.
“Alhamdulillah dengan adanya sosialisasi ILP dan TBC ini, masyarakat bisa paham dan mengantisipasi ketika ada gejala-gejalanya,” katanya.
Hal senada disampaikan Camat Liukang Tupabiring Utara, Husni. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
“Ketika warga ada gejala-gejala terkena penyakit TBC, maka cepatlah periksa sehingga bisa dideteksi lebih dini,” kata Husni.
Sementara itu, Kepala Puskesmas setempat, Harmawati, memastikan tenaga kesehatan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pemeriksaan dan tindak lanjut bagi warga yang terindikasi TBC.
“Tenaga medis siap melayani jika warga datang memeriksakan diri dan melaporkan ketika ada masyarakat yang mengalami gejala tersebut,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Danramil Ismail, Kepala Subsektor Thamrin, serta para pendamping desa. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat kewilayahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam peningkatan pelayanan publik dan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Pangkep. (Arman/Pribumi)








