Pribumi.co.id, Pulau Sabutung -Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SDN 3 Pulau Sabutung Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SDN 3 Pulau Sabutung berlangsung sederhana namun penuh haru. Di tengah hujan deras yang mengguyur sejak pagi, para guru tetap berdiri tegak melaksanakan upacara peringatan, Selasa (25/11/2025), di halaman sekolah yang berada di gugusan Kepulauan Spermonde, Desa, Mattiro Manja Kecamatan, Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep.
Upacara dipimpin oleh Adil, S.Pd, yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili kepala sekolah. Sementara itu, pengibaran bendera dipercayakan kepada Halwana, S.Pd, Hajma, dan Nurinsani, S.Pd. Meski cuaca tak bersahabat, rangkaian kegiatan tetap berjalan penuh khidmat dan tanggung jawab.
Para guru SDN Pulau Sabutung dikenal sebagai sosok-sosok yang mengabdikan diri di wilayah kepulauan—tempat yang akses pendidikannya tidak semudah di daratan. Tantangan berupa transportasi laut, fasilitas yang terbatas, hingga kondisi cuaca yang sering tak menentu sudah menjadi keseharian mereka. Namun, semangat untuk terus mencerdaskan anak bangsa tidak pernah surut.
Peringatan Hari Guru Nasional kali ini menjadi momen refleksi bagi para pendidik. Mereka mengenang perjalanan panjang dalam mengajar anak-anak pulau dan mempertahankan kualitas pendidikan meski jauh dari hiruk-pikuk kota.
Baginya, Hari Guru bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan memperkuat tekad dan kesadaran bahwa profesi guru adalah panggilan hati.
Sebagai bentuk penghormatan, para guru menyiapkan poster ucapan Hari Guru Nasional yang dilengkapi doa berbahasa Arab beserta terjemahannya. Doa tersebut berisi permohonan ampunan, keberkahan, serta kemuliaan bagi seluruh guru—baik yang masih mengajar maupun yang telah berpulang.
Setelah upacara, para guru berfoto bersama di bawah rintik hujan, menampilkan senyum hangat yang memancarkan kebersamaan dan keteguhan hati. Walau tanpa gemerlap dan kemewahan, nilai spiritual dan moral dari peringatan tersebut terasa begitu kuat.
Perayaan Hari Guru Nasional 2025 di SDN 3 Pulau Sabutung menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang guru tidak ditentukan oleh lokasi, fasilitas, atau kondisi cuaca. Di pulau kecil yang jauh dari pusat kota, para pendidik ini tetap menjaga nyala ilmu bagi generasi penerus bangsa.
Di tengah hujan dan segala keterbatasan, semangat para guru SDN Pulau Sabutung menjadi bukti bahwa ketulusan mengajar adalah api yang tak pernah padam.




