Pribumi.co.id, Pangkep – Pemerintah Desa Mattiro Walie, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengembangkan budidaya ikan laut dengan sistem karamba tancap di Pulau Samatellu Lompo.
Program ini memanfaatkan alokasi 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Desa Mattiro Walie, Hamzah, mengatakan, budidaya ikan laut yang dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi langkah strategis untuk membuka lapangan kerja baru di pulau tersebut.
“Melalui BUMDes, kami sudah membangun karamba tancap yang berisi sekitar 2.500 ekor ikan. Mudah-mudahan ini bisa memberdayakan masyarakat dan menjadi sumber penghasilan baru bagi warga,” ujar Hamzah saat ditemui di Pulau Samatellu Lompo, Sabtu (1/11/2025).
Hamzah menambahkan, masyarakat turut terlibat dalam kegiatan pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan. Program ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi laut di pulau-pulau kecil.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mattiro Walie, Nurdin, menilai program budidaya ikan laut ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga di pulau.
“Kami berharap hasil budidaya ini tidak hanya dipasarkan ke luar pulau, tetapi juga bisa menjadi sumber konsumsi rumah tangga bagi masyarakat di sini,” ujar Nurdin.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping desa yang telah memberikan bimbingan teknis dan manajerial dalam pengelolaan BUMDes serta kegiatan budidaya ikan laut tersebut.
“Pendampingan mereka sangat membantu. Insya Allah, pada bulan Desember nanti kami sudah bisa melakukan panen pertama,” kata Nurdin menambahkan.
Sekadar diketahui, program budidaya ikan laut di Pulau Samatellu Lompo menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi sumber daya pesisir untuk mendorong kemandirian ekonomi warga. (Arman/Pribumi)







