Dokter Cua-Sofyan Razak Dituding Calon ‘Boneka’, Tim Pemenangan: Masa Pak Prabowo Boneka?

  • Bagikan
Dokter Cua-Sofyan Razak. (Foto: Ist)

Pribumi.co.id, Pangkep – Kehadiran dr Andi Nusawarta, atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Cua, bersama Moh Sofyan Razak dalam kontestasi Pilkada Pangkep 2024 memicu spekulasi dan tudingan miring.

Salah satu isu yang beredar adalah tudingan bahwa pasangan ini merupakan “calon boneka”, terutama karena mereka diusung oleh Partai Gerindra.

Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Dokter Cua-Sofyan Razak, H Lutfi Hanafi, angkat bicara.

Lutfi membantah keras anggapan bahwa pasangan ini hanyalah ‘boneka’ politik. Menurutnya, keputusan enam partai besar, termasuk Gerindra, untuk mendukung pasangan ini menunjukkan kesiapan dan keseriusan mereka untuk membawa perubahan bagi Pangkep.

“Enam partai pengusung sebelumnya memang sempat mendukung calon lain. Namun, hingga menjelang pendaftaran di KPU, tidak ada kejelasan. Karena itu, mereka akhirnya memberikan dukungan kepada Dokter Cua-Sofyan Razak yang dianggap paling siap membawa perubahan,” kata Lutfi Hanafi kepada media ini di Pangkajene, Selasa (24/9/2024).

Lutfi juga mempertanyakan logika di balik tudingan tersebut. “Kalau Dokter Cua-Sofyan Razak disebut calon boneka, apakah itu berarti Pak Prabowo dan lima partai besar lainnya juga boneka? Bonekanya siapa?” ujarnya retoris.

Senada dengan Lutfi, Ketua Partai Golkar Pangkep, Andi Ilham Zainuddin, turut membela pasangan tersebut.

Menurut Ilham, Dokter Cua meninggalkan profesinya sebagai dokter demi mengabdi di tanah kelahirannya. Hal ini, menurutnya, adalah bukti komitmen yang tak bisa diabaikan.

“Bagaimana mungkin Dokter Cua-Sofyan Razak disebut calon boneka, sementara masyarakat tahu bahwa Dokter Cua rela meninggalkan pekerjaannya sebagai dokter untuk maju dan mengabdi di Pangkep,” ujar Ilham Zainuddin.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua PDI Perjuangan Pangkep, H Abdul Rasyid. Menurutnya, partainya akan bekerja maksimal untuk memenangkan Dokter Cua-Sofyan Razak.

“PDI Perjuangan dikenal sebagai partai wong cilik. Sesuai instruksi Ibu Mega, kami akan all out memenangkan pasangan ini, karena mereka adalah solusi terbaik untuk membawa Pangkep lebih baik,” tegas Abdul Rasyid.

Tidak hanya itu, H Mustari Mase juga memberikan penegasan serupa. Menurutnya, isu calon boneka sengaja diproduksi oleh pihak lawan untuk melemahkan pasangan Dokter Cua-Sofyan Razak.

“Isu ini sengaja dihembuskan oleh pihak lawan. Kita harus berpikir rasional, bagaimana mungkin Dokter Cua-Sofyan Razak bisa disebut boneka, sementara mereka diusung oleh enam partai besar, termasuk Demokrat, Golkar, Gerindra, PPP, PDI Perjuangan, dan PKS? Dukungan ini ditandatangani langsung oleh ketua umum masing-masing partai. Masa mereka boneka?” tandas Mustari.

Dengan dukungan kuat dari partai-partai besar dan komitmen yang kuat dari pasangan calon, Dokter Cua-Sofyan Razak tampak siap bersaing di Pilkada Pangkep, menepis segala isu yang mencoba mereduksi kredibilitas mereka.

 

  • Bagikan